MAT-5F-1456 DWI NOVIANINGSIH NI MADE

Struktur Atom

TEORI DALTON

Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi.


TEORI THOMSON

Berdasarkan penemuan perbandingan e/m (e = muatan elektron; m = massa elektron), Thomson mengemukakan teorinya”
“Atom mempunyai muatan positif yang terbagi merata ke seluruh isi atom, dan dinetralkan oleh elektron yang tersebar di antara muatan listrik positif ® (seperti roti kismis).


TEORI ERNST RUTHERFORD

Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel a ke arah lempeng emas, sehingga dapat menyimpulkan: Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasan-lintasan tertentu ® (seperti susunan tata surya).

Bila lintasan elektron dianggap lingkaran, maka energi total elektron:

E = Ek + Ep

E = – k e²/2r

tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti
(menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron
diperlukan energi).
r = jari-jari orbit elektron
k = 9 x 109 newton.m²/cou

Jadi jika r membesar maka E juga membesar, sehingga elektron pada kulit paling luar memiliki energi terbesar.

Kelemahan teori Rutherford:

  • elektron dapat “runtuh” ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi.
  • spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu (kenyataannya spektrum garis).

TEORI NEILS BOHR

Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum, Neils Bohr mengemukakan teorinya:

  • Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu saja, tanpa membebaskan energi. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2p.

m . v . r = n . h/2p

  • Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau ionisasi jika menyerap energi, dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika memancarkan energi foton.

Jari-jari lintasan elektron:

rn = 5.28 x 10-11 n2 meter

n = 1, 2, 3, ………….. = bilangan kuantum utama

Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n):

En = – (k e2/2 r n2)= (-13.6/n2) ev

1 eV= 1.6 x 10-19 joule

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS)

Menurut Neils Bohr :

1/l = R [ (1/nA2) – (1/nB2) ]

DE = EB – EA = h . c/l

EB = energi pada kulit n
EA = energi pada kulit nA
R = konstanta Rydberg = 1.097 x 107 m-1
DE = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah

Gbr. Model Atom Neils Bohr

I.

Deret Lyman
terletak pada daerah ultra ungu
nA = 1 ; nB = 2, 3, 4, …….

 

II.

Deret Balmer
terletak pada daerah cahaya tampak
nA = 2 ; nB = 3, 4, 5. … …

 

III.

Deret Paschen
terletak pada daerah infra merah 1
nA=3 ; nB = 4, 5, 6,…..

 

IV.

Deret Bracket
terletak pada daerah infra merah 2
nA = 4 ; nB = 5, 6, 7,…….

 

V.

Deret Pfund
terletak pada daerah infra merah 3
nA = 5 ; nB = 6, 7, 8, …

 

Kelemahan Model Atom Bohr:

  • Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak
  • Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom (kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda)
  • Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia


LUCUTAN GAS

Lucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan listrik di dalam tabung lucutan gas (tabung Crookes) pada tekanan gas sangat kecil ® menghasilkan berkas sinar katoda

PERBANDINGAN MASSA DAN MUATAN ELEKTRON (e/m)

  • Dihitung oleh JJ Thomson:
    e/m= 1,7588 x 1011 coul/kg
  • R.A. Milikan menghitung besarnya muatan elektron:
    e = 1,6021 x 10-19 coulomb
  • Sehingga massa elektron dapat ditentukan:
    me = 9,1091 x 10-31

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: