MAT-5F-1456 DWI NOVIANINGSIH NI MADE

program Perkalian

Dalam kesempatan ini saya membuat program perkalian dua bilangan. Seperti biasa, program dengan extensi ” exe” tidak bisa di posting di blog wordpress, oleh karena itu saya ubah dulu extensinya menjadi “doc”. jadi, nanti temen” akan mendapatkan file dalam bentuk word. Untuk menjalankan programnya, maka harap ubah lagi (rename) extensi filenya dari “doc”  ke  “exe” baru program tersebut bisa dijalankan.

Nah …untuk mendapatkan program perkalian ini anda tinggal klik di DOWNLOAD

Program Luas Segitiga

Dalam rangka memenuhi tugas komputer II yaitu membuat program menghitung luas segitiga..maka kali ini saya postingkan contoh program sederhana hasil karya saya.

Agar bisa diposting,,programnya saya rubah ekstensinya menjadi .doc , jadi   kalau sudah selesai anda download maka silahkan ubah lagi (rename) file nya dari ekstensi ” .doc ” menjadi  ” .exe “.

Untuk programnya bisa di Download   DI SINI

TIPS:MENJALIN CINTA

* Saling terbuka = yaang artinya terbuka tentang diri anda, perasaan anda ataup apapun itu. Sedang sedihkah, marahkah atau senangkah. Tunjukkan bahwa anda tidaklah malu atas kekurangan yang anda miliki di hadapannya.dan selalu bertingkah apa adanya jangan sering melebihlebihkan tentang diri anda.
* Gag usah sok gengsi = gengsi ahh gag perlu,karena ini hanya akan membuat anda menjadi orang yang kaku. Tidak bisa diajak untuk menikmati hal-hal yang baru. Sok gengsi adalah identik dengan orang yang sombong, angkuh dan pastinya pelit kalo dimintain sama pacarnya. jangan mau enaknya aja dung boss.
* Saling jujur = Saling menjaga kepercayaan satu sama lain. Sekali-kali curiga siy boleh2 aja. Karena itu akan menunjukkan bahwa anda menyayanginya dan takut akan kehilangan dirinya. Tapi jangan keseringan. Malah nati dia merasa terkekang dan akhirnya dia bosen sama kamu terus xxxx.
* Jangan sering membual = Hindari sekecil apapun bentuk kebohongan. Meskipun demikian, kalau ketahuan akan amat sangat menjatuhkan kepercayaannya. Ingat berbohong sekali akan menciptakan kebohongan besar untuk menutupi yang kecil tadi, dan jika berbohong maka yaa umur pacaran kalian akan berujung sebentar lagi
* Janganlah ingkar janji = memang kita tak mengetahui ada apa sebelum kita pergi nanti. hal itu juga tak bisa kita pungkiri, tapi hal sekecil ini akan membuat pasangan anda merasa BT jika terlalu menunggu lama2 kalo sedang janjian dengan anda. Lebih baiknya anda gag perlu lagi janjian kalo gag kepepet mending jemput aja doi dirumahnya. tapi jugag jangan terlalu ngaret datengnya.
* Buat surprise buat si doi = Sesuatu yang romantis. Nggak usah banyak atau mahal-mahal. Misalnya tiba-tiba memberikannya bunga/coklat. Mungkin kedengarannya klasik tapi ini perlu. Yang penting surpriselah walaupun itu hal yang minim nan kecil asal doi senegna , why not..

KAPASITOR

Pengantar

Kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik).  Tiap-tiap koduktor disebut keping.  Simbol yang digunakan untuk menampilkan sebuah kapastior dalam suatu rangkaian listrik adalah      

Dalam pemakaian normal, satu keping diberi muatan positif dan keping lainnya diberi muatan negatif yang besarnya sama.  Antara kedua keping tercipta suatu medan listrik yang berarah dari keping positif menuju keping negatif. Dalam rangkaian listrik, kapasitor digunakan antara lain : (1). memilih frekuensi pada radio penerima, (2) filter dalam catudaya, )3). memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil, dan (4). menyimpan energi dalam rangkaian penyala elektronik.  Sesuai penggunaannya, dalam praktek terdapat berbagai jenis kapasitor, antara lain : kapasitor kertas, kapasitor elektrolit, dan kapasitor variabel.

Kapasitas Kapasitor

Kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan listrik dinyatakan oleh besaran kapasitas atau kapasitansi (C), dan didefinisikan sebagai perbandingan anta muatan listrik q yang tersimpan dalam kapasitor dan beda potensial V antara kedua keping.

Satuan kapasitas dalam SI adalah farad dan dari persamaan di atas diperoleh hubungan :

Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar

Kapasitas kapasitor keping sejajar adalah : (1) sebanding dengan luas keping, (2) sebanding dengan permitivitas bahan penyekat ε, dan (3) berbanding terbalik dengan jarak pisah antarkeping d.  Secara matematis kapasitas kapasitor keping sejajar dinyatakan dengan persamaan :

dengan εr adalah permitivitas relatif bahan penyekat, dan εo adalah permitivitas vakum atau udara. Jika antara kedua keping hanya terdapat udara atau vakum (tidak terdapat bahan penyekat), maka kapasitas kapasitor dalam vakum atau udara ( diberi lambang Co) adalah

Permitivitas Relatif

Permitivitas relatif εo adalah perbandingan antara kapasitas dalam bahan penyekat Cb dan kapasitas dalam vakum atau udara (Co).

Beda Potensial Kedua Keping

Jika pada suatu kapasitor keping sejajar beda potensial antar kepingnya diijinkan berubah, maka prinsip kita pegang : muatan adalah kekal.  Jadi, muatan kapasitor sebelum disisipkan bahan penyekat (qo) sama dengan muatan kapasitor sesudah disisipkan bahan penyekat (qb).

Muatan yang disimpan dalam kapasitor

Misalkan keping yang satu dihubungkan dengan kutub positif batrai dan keping lainnya dihubungkan dengan kutub negatif baterai secara tetap, sehingga beda potensial antarkeping selalu sama dengan beda potensial antar kutub-kutub baterai. Jadi, beda potensial antar keping adalah tetap, sehingga muatan yang harus berubah.

Dari persamaan di atas tampak bahwa muatan kapasitor setelah disisipkan bahan penyekat bertambah dibandingkan dengan muatan kapasitor dalam vakum atau udara (qo).

Energi Yang Tersimpan dalam Kapasitor

Kapasitor menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.  Energi yang tersimpan dalam kapasitor(W) dinyatakan oleh :

Susunan Kapasitor Seri dan Paralel

Susunan Seri :

Dalam susunan seri, muatan tiap kapasitor adalah sama, yaitu sama dengan muatan kapasitor penggantinya (q1=q2=q3=qek).  Beda potensial tiap kapasitor dapat dihitung dengan persamaan :

Susunan Paralel

Dalam susunan paralel beda potensial tiap kapasitor adalah sama, yaitu sama dengan beda potensial kapasitor penggantinya (V1=V2=V3=Vek ).  Muatan tiap kapasitor dihitung dengan persamaan :

Dari persamaan di atas tampak, jika salah satu muatan atau beda potensial tidak sama, maka kapasitor tidak disusun seri maupun paralel.

Kapasitor – kapasitor yang disusun seri ataupun paralel dapat diganti dengan sebuah kapasitor tunggal, yang disebut dengan kapasitor pengganti, dengan kapasitas sebesar C ekivalen sedemikian sehingga muatan yang disimpan sama dengan muatan total yang disimpan oleh susunan kapasitor ketika beda potensial sama dengan beda potensial antar ujung-ujung susunan kapasitor.

Berdasarkan susunan dan asal bagian-bagian yang membentuk buah, maka buah (fructus) dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Buah Sungguh (buah sejati)

Buah sungguh (buah sejati), jika melulu terbentuk dari bakal buah saja dan karena buah ini biasanya tidak diselubungi oleh bagian-bagian lainnya, maka dinamakan juga buah telanjang (fructus nudus).

Buah sejati ini juga dapat dibedakan lagi menjadi 3 penggolongan, yaitu sebagai berikut :

A. Buah Sejati Tunggal

Buah sejati tunggal adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah yang berisi satu biji atau lebih dan dibedakan dalam :

1). Buah sejati tunggal kering (siccus), yaitu yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang mengering. Buah sejati tunggal kering ini dapat di bedakan lagi, antara lain :

a). Yang tidak pecah (indehiscens)

Tiap-tiap buah hanya mengandung 1 biji. Sehingga untuk pemencaran buah tak perlu pecah untuk melepaskan bijinya, seperti buah padi.

b). Yang pecah (dehiscens)

Umumnya buah ini mengandung lebih dari satu biji, sehingga pecahnya buah itu seakan-akan memang dengan suatu tujuan tertentu, yaitu agar biji terlempar jauh tidak terkumpul si suatu tempat. Bergantun pada cara pecahnya, buah ini dibedakan dalam :

1). Buah berbelah (schizocarpium)

Buah ini mempunyai dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebuah biji di dalamnya. Jika pecah tiap ruang terpisah, tetapi biji tetap dalam ruang, sehingga tiap-tiap ruang dengan bijinya bersifat seperti buah kurung. Menurut jumlah ruang-ruang, buah ini dibedakan menjadi :

– buah belah dua (diachenium). Buah pada waktu masak membelah menjadi dua bagian, masing-masing menyerupai buah kurung dengan satu biji di dalamnya, contohnya Centella asiatica (daun kaki kuda).

– buah belah tiga (triachenium). Buah membelah menjadi 3 bagian, contohnya Tropoelum majus.

– buah belah empat (tetrachenium). Buah membelah menjadi empat bagian, contohnya Ocium basilicum

– buah belah lima (pentachenium). Seperti di atas, buah berbelah menjadi lima bagian.

– buah belah banyak (polyachenium), seperti terdapat beberapa macam Malvaceae.

2). Buah Kendaga (rhegma)

Buah ini sifatnya sama dengan buah belah. Tetapi bagian-bagiannya yang terpisah lalu pecah. Sehingga biji yang ada di dalamnya terlepas dari ruangan. Tiap-tiap bagian terbentuk oleh satu daun buah. Jadi buah tersusun dari sejumlah daun buah yang banyaknya sama dengan jumlah ruangan. Menurut jumlah ruang (kendaga) dapat dibedakan :

– buah kendaga dua (dicoccus). Buah membelah menjadi 2 kendaga. Masing-masing lalu pecah dan mengeluarkan 1 biji.

– buah kendaga tiga (tricoccus). Buah membelah menjadi 3 bagian. Contohmya Ricinua, Hevea.

– buah kendaga banyak (polycoccus), buah menjadi banyak bagian.

3). Buah Kotak.

Terdiri atas satu atau beberapa daun buah. Bijinya banyak. Jika sudah masak lalu pecah, akan tetapi kulit buah yang pecah sampai lama tak mau lepas dari tangkai buahnya. Buah kotak ini dibedakan menjadi :

– buah bumbung (folliculus). Buah ini terjadi dari sehelai daun buah. Mempunyai satu ruangan dengan banyak biji, jarang sekali hanya satu. Jika sudah masak, pecah menurut salah satu kampuhnya, biasanya kampuh perut : Calotropis, Lochnera.

– buah polongan (legumen). Berasal dari sehelai daun buah dengan satu ruangan. Juka masak pecah menurut kampuhnya. Hingga buah terbelah dari ujung kepangkalnya. Sering kali terdapat sekat-sekat semu dan jika buah masak terputus-putus menurut sekat semu tadi. Terdapat pada Leguminosae.

– buah lobak (siliqua). Berasal dari dua daun buahdengan satu ruangan dan dua tembuni yang bertemu di tengah ruangan hingga merupakan suatu sekat semu. Waktu masak pecah, kedua daun buahnya terpisah mulai dari pangkalnya, tetapi di ujung tetap berlekatan. Biji mula-mula tetap melekat pada tembuni, akhirnya lepas.

– buah kotak sejati (capsula). Berasal dari dua daun buah atau lebih yang mempunyai sejumlah ruangan sesuai dengan jumlah daun buahnya. Jika sudah masak membuka dengan macam-macam jalan : dengan katup (valva), dalam hal ini pecahnya dapat sepanjang sekat (septisid) dapat juga membelah ruangan (loculisid).

2). Buah sejati tunggal berdaging (carnosus), jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Umumnya tidak pecah, meskipun telah masak. Sebagian perkecualian. Myristica fragrans (pala). Yang buahnya bila sudah masak lalu pecah.

B. Buah Sejati Ganda

Berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas, tetapi akhirnya merupakan kumpulan buah maupun kelihatan seperti satu.

– buah kurung ganda. Dasar bunga berbentuk periuk dengan di dalamnya banyak buah : Rosa

– buah batu ganda : Rubus

– buah bumbung ganda : Michelia

– buah buni ganda : Annonaceae.

C. Buah Sejati Majemuk

Berasal dari suatu bunga majemuk, jadi berasal dari banyak bunga dengan banyak bakal buah, tetapi seluruhnya seakan-akan merupakan satu buah.

– buah buni majemuk : Ananas

– buah batu majemuk : Pandanus

– buah kurung majemuk : Helianthus.

Per definisi maka buah ganda dan majemuk sukar disebut buah sejati, karena pada buah tersebut bagian-bagian lain yang berasal dari bunga, entah bagian-bagian itu merupakan bagian utama buah atau tidak. Dalam hal ini memang sukar diberi batas yang nyata.

2. Buah Semu (Fructus spurius)

Jika selain bakal buah ikut pula bagian-bagian lain dari bunga mengambil bagian dalam pembentukan buah. Bahkan akhirnya dapat merupakan bagian yang utama dari buah tadi. Biasanya buah ini diselubungi oleh sesuatu organ, oleh sebab itu sering juga disebut buah tertutup (Fructus clausus).

Seringkali bagian-bagian bunga selain bakal buah ikut membantuk buah dan merupakan bagian utama buah itu, hingga menghasilkan buah semu. Buah semu dapat dibedakan dalam 3 macam, yaitu :

1. buah semu tunggal, yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Sebagai contoh :

a. tangkai bunga merupakan bagian utama buah, membesar berdaging dan dapat dimakan. Misalnya jambu monyet (Anacardium occidentale).

b. kelopak merupakan bagian penting buah. Misalkan pada buah ciplukan (Physalis minima).

2. buah semu ganda, buah semu yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masing-masing lepas dan tumbuh menjadi buah, tetapi disertai pula oleh bagian-bagian bunga lainnya seperti misalnya buah arbei (Fragaria vesca).

3. buah semu majemuk, buah semu yang berasal dari bunga majemuk yang seluruhnya hanya tampak sebagai satu buah. Tangkai bunga menebal, tenda bunga berlekatan dan menjadi kulit buah. Misalnya buah nangka (Artocarpus integra). Ada pula yang dasar bunga menebal dan berdaging dan merupakan dinding buah semu tadi.

2.2 Berbagai Contoh Buah dan Pengelompokannya

Begitu banyak jenis-jenis buah yang ada di alam ini, dapat mencapai puluhan bahkan ribuan. Untuk mengidentifikasi buah tersebut, maka digunakan penggolongan atau pengelompokan buah tersebut yang sesuai dengan kesamaan ciri dari masing-masing jenis buah tersebut.

Berikut adalah contoh-contoh buah dan pengolongannya :

1. Buah Sejati Tunggal Berdaging (Carnosus) adalah :

a. Buah Buni (Bacca). Dinding luar tipis, lapisan dalam tebal, lunak dan berair. Biji lepas dalam lapisan tersebut, seperti pada buah pepaya (Carica papaya L).

b. Buah Mentimun (Pepo). Susunannya dengan buah ini. Kulit luar lebih tebal dan kuat. Di tengah buah sering terdapat ruang kosong.

c. Buah Jeruk (Hesperidium). Seperti buah buni dengan 3 lapis kulit basah. Lapisan luar yang kuat dan mengandung banyak kelenjar minyak atsiri. Lapisan kedua berupa jaringan bunga karang dan kemudian lapisan yang terdiri atas gelembung-gelembung berisi cairan.

d. Buah Mangga (Mangifera indica L). Buah ini kulit tengahnya tebal berdaging dan dapat dimakan.

e. Buah Delima. Dinding luar keras. Hampir mengayu yang dalam seperti bunga karang tetapi liat, dengan banyak ruang. Masing-masing ruang dengan banyak biji.

f. Buah Apel. Dengan 3 lapis buah pala. Yang luar tipis menjangat, yang tengah berdaging, yang dalam tipi, ulet dan kuat.

g. Buah kelapa ( Cocus nucifera L), yang mempunyai kulit tengah yang berserabut dan menyebabkan buah menjadi ringan.

2. Buah Sejati Tunggal Kering (siccus), adalah sebagai berikut :

a. Buah Padi (Caryopsis). Buah berbiji 1, tidak pecah. Dinding buah tipis, berlekatan menjadi satu dengan kulit biji. Sedang kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan bijinya. Buah seluruhnya terbungkus oleh sekam.

b. Buah Kurung (achenium). Buah berbiji 1 tidak pecah, dinding buah tipis, berdempetan dengan kulit biji, tetapi kedua kulitnya tidak berlekatan.

c. Buah Serangan (Castanea argentea). Buah terbentuk dari 2 helai daun buah atau lebih. Bakal bijinya lebih dari satu, tetapi biasanya yang menjadi biji sempurna hanya satu. Dinding buah keras, kadang-kadang mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji.

d. Buah keras bersayap (Samara). Pada kulit buah terdapat suatu alat tambahan berupa sayap yang menyebabkan buah dapat beterbangan jika tertiup angin.

e. Buah selasih (Ocimum basilicum L). Buah ini kalau masak pecah menjadi empat bagian buah.

f. Buah biduri (Calotropis gigantea Dryand). Buah ini mempunyai satu ruang dengan banyak biji didalamnya. Jika sudah masak buah pecah menurut salha satu kampuhnya.

g. Kacang tanah (Arachis hypogae L). Buah ini masak didalam tanah dan jika masak tidak pecah.

h. Buah asam (Tamarindus indica L). Buah ini mempunyai kulit yang berdaging dan jika masak juga tidak pecah.

i. Buah durian (Durio zibethinus Merr). Pada buah ini, daun buah mulai lepas dari ujung buah, tetapi di pangkal tetap berlekatan, membelah sekat-sekat, jadi katup-katupnya sesuai dengan lipatan daun buahnya.

j. Buah krokot (Portulaca oleracea L). Pada ujung buah terdapat bagian yang merupakan tutup yang membuka jika buah sudah masak.

3. Buah Sejati Ganda, adalah sebagai berikut :

a. Mawar (Rosa hibrida Hort). Dalam badan yang berasal dari dasar bunganya yang berbentuk periuk terdapat banyak buah-buah kurung.

b. Buah rubus (Rubus fraxinifolius Poir). Bunganya mempunyai banyak bakal buah yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.

c. Buah cempaka (Mechelia champaka L). Berasal dari bunga dengan dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung.

d. Buah srikaya (Anona squamosa L). Bakal buah berubah menjadi buah buni dan buah ini berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah.

4. Buah Sejati Majemuk, adalah sebagai berikut :

a. Buah nanas (Ananas comosus Merr). Pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-daun pelindung dan daun-daun tenda bunga.

b. Buah pandan (Pandanus tectorius Sol). Masing-masing mempunyai kulit buah dengan tiga lapisan, seperti pada buah kelapa.

c. Buah bunga matahari (Helianthus annus L). Merupakan bunga majemuk yang terdiri atas bunga-bunga mandul di tepi dan bunga-bunga subur di tengah. Setelah bunga subur mengalami penyerbukan, maka akan berubah menjadi suatu buah kurung majemuk.

5. Buah Semu Tunggal, adalah sebagai berikut :

a. Buah jambu monyet (Anacardium ocidental L). Buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, yaitu tangkai bunganya.

b. Buah ciplukan (Physalis minima L). Pada buah ini yang ikut dalam pembentukan buah adalah kelopak bunganya.

6. Buah Semu Ganda, adalah sebagai berikut :

a. Buah arbe (Fragraria vesca L). Pada satu bunga ini terdapat lebih dari saru bakal buah yang bebas stu sama lain dan ada bagian lain pada bunga yang ikut tumbuh menyusun buah dan merupakan bagian buah yang mencolok.

7. Buah Semu Majemuk, adalah sebagai berikut :

a. Buah nangka (Artocarpus integra Merr). Buah ini terjadi dari bunga yang majemuk, tetapi dari luarnya tampak seperti satu buah saja.

b. Buah keluwih (Artocarpus communis Forst) yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujung-ujungnya berlekatan satu sama lainnya.

c. Buah beringin (Ficus bejamina L). Buah semu majemuk yang terjadi dari dasar bunga bersama yang terbentuk seperti periuk atau bulat dengan buah-buah yang sesungguhnya di sebelah dalamnya.

KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.

Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain.
Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.

Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.
Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup.

Untuk lebih memahami uraian diatas, cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut:

1. TINGKAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
Keanekaragaman hayati tidak saja terjadi antar jenis, tetapi dalam satu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya perbedaan warna, bentuk, dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini:

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya.
Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger).

Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya.

Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies.

Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan.

Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga.

Manfaat Bakteri

1. Escherichia coli
Pembusukan makanan

2. Rhizobium leguminosarum
Bersimbiosis dengan polongan, mengikat Nitrogen

3. Lactobacillus bulgaricus
Pembuatan Yogurt

4. Acetobacter xylinum
Pembuatan nata de coco

5. Lactobacillus casei
Pembuatan Keju

6. Methanobacterium
Pembuatan Biogas

7. Streptomyces griceus
Pembuatan Antibiotik streptomisin

Manfaat Bakteri

Bakteri Penyebab Penyakit

1. Corynebacterium diphteriae
Dipteri

2. Mycobacterium tuberculosis
TBC

3. Neissheria gonnorhoeae
Kencing nanah / Gonorhoe

4. Treponema pallidum
Sifilis

5. Vibrio cholerae
Kolera

6. Salmonella thypii
Thypus

7. Shigella dysentriae
Disentri

8. Bordetella perfusis
Batuk rejan

Bakteri Penyebab Penyakit

 

Awan Tag